Rabu Abu menjadi tanda dimulainya Masa Pra-paskah, masa pertobatan bagi umat Katolik. Tanda abu di dahi mengingatkan kita akan asal dan tujuan hidup manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Kesadaran ini mengajak kita untuk sejenak berhenti dari kesibukan, menyadari keterbatasan diri, dan kembali menata hidup sesuai kehendak Tuhan.

Pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung, Gereja mengajak umat katolik menjalani puasa dan pantang. Puasa berarti makan kenyang hanya satu kali dalam sehari, sedangkan pantang berarti tidak mengkonsumsi daging atau memilih untuk menahan diri dari hal-hal yang paling kita sukai, seperti rokok, kopi, jajan, hiburan, atau kebiasaan tertentu. Semua ini dilakukan sebagai latihan pengendalian diri dan ungkapan pertobatan yang nyata.

Melalui puasa, pantang, dan doa, umat diajak belajar mengosongkan diri agar semakin peka akan kehadiran Tuhan dan kebutuhan sesama. Semoga Masa Pra-paskah ini menjadi perjalanan batin yang dijalani dengan kesederhanaan dan ketulusan dengan hati yang terbuka untuk berubah dan bertumbuh sedikit demi sedikit setiap hari.

Berkah dalem πŸ™

Attached File : No attached file.